Aplikasi Investasi Terbaik untuk Trader di Indonesia
Halaman ini membandingkan sepuluh aplikasi investasi terbaik yang tersedia untuk trader di Indonesia, dari setoran minimum hingga platform yang didukung. Anda juga akan melihat catatan regulator dan jalur pembayaran yang relevan untuk pasar Indonesia.
Angka diperiksa 12.10.2026Daftar Aplikasi Investasi Terbaik yang Kami Bandingkan
Kami mengurutkan sepuluh aplikasi berdasarkan data yang kami periksa pada 12.10.2026. Urutan ini bukan rekomendasi, melainkan ringkasan fitur yang dapat Anda bandingkan sendiri.
Peringkat pertama adalah Stockity dengan setoran minimum 10 dolar AS dan perdagangan minimum 1 dolar AS. Stockity mendukung Android, iOS, dan Web melalui platform miliknya sendiri.
Peringkat kedua adalah Deriv dengan setoran minimum 5 dolar AS dan perdagangan minimum 0,35 dolar AS. Deriv menyediakan Android, iOS, Web, MT5, dan TradingView, dengan platform sendiri bernama Deriv Trader, Deriv X, dan SmartTrader.
Peringkat ketiga adalah Pocket Option dengan setoran minimum 5 dolar AS dan perdagangan minimum 1 dolar AS. Pocket Option mendukung Android, iOS, Web, MT4, dan MT5 melalui platform Pocket Option.
Setoran Minimum dan Payout Maksimum
Setoran minimum bervariasi dari 5 hingga 250 dolar AS di antara aplikasi yang kami ulas. Deriv dan Pocket Option memiliki setoran minimum terendah, yaitu 5 dolar AS. BinaryCent memiliki setoran minimum tertinggi, yaitu 250 dolar AS.
Payout maksimum yang tercatat berkisar antara 90% hingga 100%. Deriv mencatat payout maksimum 100%, sementara Stockity dan Binomo masing-masing mencatat 90%.
Berikut ringkasan setoran minimum dan payout maksimum untuk beberapa aplikasi: - Stockity: setoran minimum 10 USD, payout maksimum 90% - Deriv: setoran minimum 5 USD, payout maksimum 100% - Pocket Option: setoran minimum 5 USD, payout maksimum 92% - Quotex: setoran minimum 10 USD, payout maksimum 98% - IQ Option: setoran minimum 10 USD, payout maksimum 95%
Angka-angka ini kami ambil dari data yang tersedia pada 12.10.2026 dan dapat berubah sewaktu-waktu.
Platform yang Didukung oleh Setiap Aplikasi
Semua aplikasi dalam daftar ini mendukung Android, iOS, dan Web. Perbedaannya terletak pada dukungan platform trading tambahan seperti MetaTrader dan TradingView.
Deriv adalah satu-satunya aplikasi dalam daftar yang mendukung TradingView. Deriv juga mendukung MT5, bersama dengan Pocket Option yang mendukung MT4 dan MT5.
Aplikasi lain seperti Stockity, Quotex, IQ Option, Olymp Trade, Binomo, Expert Option, Exnova, dan BinaryCent hanya mendukung Android, iOS, dan Web. Mereka masing-masing memiliki platform milik sendiri, misalnya platform Quotex, platform IQ Option, dan platform Binomo.
Bagi trader Indonesia yang terbiasa dengan MetaTrader, pilihan yang tersedia adalah Deriv dan Pocket Option. Jika Anda lebih suka platform sederhana berbasis web, hampir semua aplikasi dalam daftar ini menyediakannya.
Regulator dan Catatan untuk Trader Indonesia
Regulator resmi untuk pialang berjangka dan komoditi di Indonesia adalah Bappebti. Bappebti tidak memberikan lisensi untuk opsi biner, yang diperlakukannya sebagai perjudian dan bukan trading.
Beberapa aplikasi dalam daftar ini memiliki lisensi dari regulator luar negeri. Deriv tercatat memiliki lisensi MFSA 70156, Labuan FSA MB/18/0024, dan VFSC company No. 14556. Pocket Option tercatat memiliki lisensi MISA (Mwali) T2022086. IQ Option tercatat memiliki lisensi CySEC 247/14 (EEA). Olymp Trade tercatat memiliki lisensi VFSC company No. 40131 (Aollikus Limited) dan keanggotaan Financial Commission.
Quotex dan Exnova tidak ditemukan dalam register mana pun yang kami baca. BinaryCent juga tidak ditemukan dalam register mana pun yang kami baca, dan memiliki catatan peringatan dari VFSC, CFTC, AMF, dan FMA Selandia Baru. Exnova memiliki catatan keluhan penarikan dana dan tanpa regulator. Pocket Option memiliki catatan peringatan dari FCA, CONSOB, dan CFTC.
Untuk trader Indonesia, penting untuk memahami bahwa tidak ada aplikasi opsi biner yang memiliki lisensi Bappebti. Anda bertransaksi dengan platform luar negeri dan menanggung risiko regulasi yang berbeda.